Parents pasti sering merasa kesulitan ya bagaimana caranya agar anak mau belajar atas kesadarannya sendiri tanpa disuruh. Apalagi setelah belajar daring selama pandemi Covid kemarin. Banyak anak sekolah yang lebih menyukai bermain online games di smartphone ketimbang menyimak pembelajaran yang diberikan guru ataupun mengerjakan tugas yang diberikan guru. Mungkin untuk sekolah yang ada di kota dan sekolah yang berisi anak dari kalangan menengah keatas, sekolah daring selama Covid akan diisi dengan pembelajaran tatap muka secara online dengan fitur video call melalui aplikasi seperti Zoom dan Google Meet misalnya. Tetapi untuk sekolah yang berisi anak-anak dari kalangan menengah ke bawah, pertemuan daring melalui aplikasi video call akan terasa sulit karena berbagai hal. Oleh karena itu guru mungkin akan memberikan materi melalui Google Classroom ataupun dari Whatsapp Group yang mungkin menjadi salah satu faktor anak-anak jadi malas belajar. Lalu bagaimana caranya agar anak dapat termotivasi untuk belajar? Yuk parents, simak tips berikut ini.
1. Tanamkan Cinta Membaca Mulai dari Rumah
Parents bisa memulai menanamkan cinta membaca dari saat anak masih bayi. Membiasakan membaca buku cerita sebelum tidur, dapat membuat anak cinta membaca juga memudahkan mereka memahami kalimat sehingga ketika anak mulai sekolah, dia sudah dapat memahami kalimat dan juga sudah bisa membaca. Parents juga bisa bisa mulai dengan memberi contoh pada si kecil, meskipun Paremts mungkin hanya membaca buku resep, koran atau novel misalnya, anak akan merasa diberi contoh oleh karena itu si kecil juga akan mencontoh apa yang parents lakukan.
2. Tunjukkan Antusiasme untuk Belajar.
Jika masih bingung bagaimana cara agar kita dapat menujukkan antusiasme untuk belajar, parents mungkin bisa mencontohkan dari membaca instruksi. Misalnya, instruksi merakit mainan, instruksi menggunakan barang bahkan membaca resep dan cara memasak. Karena tingkat keingintahuannya masih tinggi, anak akan merasa lebih tertantang untuk merakit mainan kesukaannya. Nah, dengan menunjukkan instruksi cara merakit, maka anak akan membaca instruksinya dan otomatis dia akan lebih antusias untuk belajar cara merakit mainan. Jangan lupa untuk mendampingi anak juga ya, parents.
3. Fokus pada Apa yang Anak Pelajari
Jika parents fokus pada sebagus apa anak belajar, maka parents bisa mulai fokus pada apa yang anak pelajari. Misalnya anak sedang fokus belajar mengenal huruf abjad, maka parents dapat mendampingi dengan sedikit menjelaskan cara melafalkan huruf yang belum dia ketahui saja tanpa menyalahakan cara pelafalannya dan memberi contoh pelafalan yang benar misalnya. Parents bisa melakukannya saat anak sudah selesai belajar sebagai umpan balik dari parents untuk anak.
4. Fokus pada Kesukaan Anak.
Parents, jika anak lebih menyukai membaca komik, jangan terburu-buru melarang anak ya karena justru hal ini akan membuat anak jadi tidak suka belajar. Parents bisa memberikan komik edukasi yang mengandung ilmu pengetahuan. Dengan begitu anak akan mendapatkan kesenangan dan manfaat dalam satu media.
5. Apresiasi Pencapaiannya
Mungkin kebanyakan parents akan memberi apresiasi pada anak hanya saat mendapatkan hasil yang bagus saja. Padahal anak akan merasa sangat bahagia dan lebih dihargai saat dia diapresiasi apapun hasilnya. Anak juga akan semakin termotivasi untuk belajar lebih.
Tahukan parents, jika mungkin dulu anak belum bisa melafalkan huruf R dengan benar dan setelah dia belajar, dia dapat melafalkannya, maka hal itu termasuk suatu pencapaiannya dan harus parents apresiasi sehingga dia merasa bahwa kerja kerasnya selama ini dihargai meskipun hanya oleh orangtuanya saja.
Nah itulah sedikit banyak tips yang bisa parents terapkan untuk memotivasi anak dalam belajar. Jangan lupa untuk support blog ini ya parents. Boleh untuk di-share jika bermanfaat. Terima kasih sudah membaca. Oh iya, jangan lupa juga kunjungi Youtube Channel untuk belajar Bahasa Inggris di learnglish.withme ya.

Komentar
Posting Komentar